|
Pengambilan
Sumpah, Pelantikan Jabatan, dan Pelepasan Pegawai
(Jum'at, 12/02/ 2010)

| |
Ketua
Pengadilan Agama Wonosari, Jeje Jaenudin, melantik Muhammad
Nuryadin menjadi Panitera Muda Gugatan dan Ridasto Nurhadi
menjadi Jurusita Pengganti, dan Sugeng, Panitera Pengganti,
(Red-tidak tampak dalam foto). |
“Setiap Surat Keputusan mutasi maupun promosi telah melalui
pertimbangan, sesuai kebutuhan dan kapasitas formasi yang ada.
Pada setiap posisi baru tersebut ada amanah atau kepercayaan,
jadi laksanakan dengan baik kepercayaan tersebut. Maka sepatunya
bersyukurlah dengan amanat itu, karena yang bersangkutan telah
dianggap mampu untuk menjalaninya”. Demikian salah satu
isi sambutan Ketua Pengadilan Agama Wonosari, Jeje Jaenudin,
Jum’at (12/02), di Aula PA Wonosari, dalam rangka Pengambilan
Sumpah, Pelantikan pejabat, dan pelepasan pegawai.
Para
pegawai yang diambil sumpah, dilantik, dan dilepas dalam acara
tersebut adalah Nuryadin, Panitera Muda Gugatan, Sugeng, Panitera
Pengganti, dan Ridasto Nurhadi, Jurusita Pengganti. Jabatan
mereka sebelumnya, Muhammad Nuryadin, PP di PA Yogyakarta, Sugeng,
PP di PA Bantul, dan Ridasto Nurhadi, Staf di PTA Yogyakarta.
Adapun pegawai PA Wonosari yang dilepas karena proses promosi
adalah Mokhamdan, menjadi Panitera Muda di PA Yogyakarta, dan
Syamsul Munif, menjadi Kasubag Keuangan PTA Yogyakarta.

Pelepasan
Pegawai, dari kanan, Mokhamdan, Syamsul Munif, dan Agung WIbowo
Putro, sedang memberikan kata-kata perspisahan sebagai pegawai
Pengadilan Agama Wonosari.
Dengan
terisinya jabatan Panitera Muda Gugatan dan penambahan pegawai
baru Panitera Pengganti dan Jurusita Pengganti tersebut diharapkan
dapat meningkatan kinerja Pengadilan Agama Wonosari. Secara
kuantitas jumlah Panitera Pengganti saat ini menjadi 4 orang
pegawai, dan Jurusita Pengganti menjadi 7 orang pegawai. Para
pegawai baru tersebut diharapkan langsung bisa menyusaikan iklim
kerja di Pengadilan Wonosari. Serta membawa hal-hal baru yang
baik dan mengembangkannya di PA Wonosari.
Menurut
Jeje Jaenudin, bahwa lembaga sebagai tempat bekerja ibarat sawah
penghidupan yang perlu dirawat, dan hasilnya adalah pelayanan
prima kepada masyarakat. Untuk itu bagi semua pegawai harus
mampu menjaga nama baik lembaganya dalam setiap pekerjaan.“Pengadilan
Agama Wonosari mempunyai tradisi yang kuat dalam hal gotong
royong, sering pula pegawai lembur tanpa diperintah, dan menjaga
nama baik lembaga peradilan” Ujarnya.
Masih
menurutnya, bahwa selama ini ada kesan setiap pegawai yang mutasi
ke PA Wonosari terasa berat. Namun apabila Ia telah merasakan
lingkungan PA Wonosari yang bersahabat, dan kental suasana kekeluargaannya,
maka Ia akan merasa jarak yang jauh bukan lagi halangan. Ia
juga mengingatkan agar para isteri pegawai untuk aktif dalam
kegiatan-kegiatan Dharmayukti Karini di PA Wonosari. “Jangan
sampai Isteri tidak tahu kegiatan suami, dan para Isteri diharapkan
menampakan diri agar selalu terjalin silaturahim di keluarga
besar PA Wonosari.” Ungkapnya. *M4sDo
|